Pernah merasa frustasi karena alat tulis berserakan di meja? Atau kesulitan menemukan part elektronik yang ternyata sudah discontinue? Sebagai dosen, apakah kamu dituntut menghasilkan produk inovasi, namun terkendala budget alat peraga yang mahal?
Solusi semua masalah tersebut bisa didapatkan melalui teknologi cetak 3D. Teknologi ini memungkinkan kita mencetak objek fisik tiga dimensi dari desain digital. Hasil cetaknya bisa sangat spesifik dan dipersonalisasi.
Cetak 3D adalah proses manufaktur yang membangun objek tiga dimensi. Berbeda dengan metode tradisional, teknologi ini menambahkan material secara bertahap. Kegunaan hasil cetak 3D sangat beragam, mulai dari prototype, alat bantu kerja, komponen pengganti, hingga aneka barang yang kita temukan sehari-hari.
Proses Pembuatan Produk Menggunakan 3D Printing
Proses cetak 3D berawal dari pembuatan file desain digital dalam format STL atau OBJ. Beberapa software desain 3D yang populer digunakan adalah Blender, SketchUp, AutoCAD, dan Fusion 360.
Setelah file desain diinput, printer 3D kami akan mencetak objek lapis demi lapis. Material akan dipanaskan hingga mencair dan dikeluarkan melalui nozzle sesuai pola yang ditentukan.
Ketika produk sudah tercetak, selanjutnya adalah post-processing yang meliputi pembersihan support material dan finishing. Proses ini kami lakukan manual, sehingga hasil cetak 3D kami sangat detil dan rapi.
Jenis Material Untuk Cetak 3D Print
- PLA (Polylactic Acid) merupakan bahan yang ramah lingkungan. Cocok untuk prototype, mainan anak, dan objek dekoratif. Namun bahan ini tidak tahan panas tinggi di atas 60°C.
- ABS (Acrylonitrile Butadiene Styrene) lebih kuat dan tahan panas dibanding PLA. Sangat cocok untuk komponen fungsional seperti casing elektronik dan suku cadang otomotif.
- PETG (Polyethylene Terephthalate Glycol) adalah bahan yang paling kuat dan tahan panas. Cocok untuk kotak makanan, botol, atau komponen yang terpapar panas.
- Resin adalah bahan yang ketika dicetak hasil detailnya sangat halus dan permukaan yang smooth. Kami rekomendasikan untuk mencetak action figure, perhiasan, dental model, dan prototype presisi tinggi.
Jenis Teknologi 3D Print
Teknologi 3D print bekerja dengan cara memanaskan filamen plastik hingga mencair. Metode ini populer dengan istilah Fused Deposition Modeling (FDM). Material yang mencair dikeluarkan melalui nozzle untuk membentuk objek lapis demi lapis hingga terbentuk produk sesuai desain.
Aplikasi Hasil 3D Print untuk Berbagai Kebutuhan

Semakin penasaran dengan cetak 3d printing? Nah, dibawah ini adalah contoh penggunaan hasil cetak 3D print di berbagai bidang kehidupan dan industri:
- Bidang arsitektur dan Konstruksi yang membutuhkan model skala dan prototype komponen bangunan. Bahkan mencetak struktur bangunan utuh menggunakan 3D printer.
- Berbagai Jenis Bisnis yang memerlukan produk custom seperti speaker, plakat, piala, koper, hingga prototype septic tank.
- Bidang Pendidikan membutuhkan alat peraga yang mungkin sulit diperoleh. Seperti pembuatan alat baru, replika fosil untuk geologi, organ tubuh untuk anatomi, atau model molekul untuk kimia.
- Dunia Medis memiliki kebutuhan untuk membuat prosthetics sesuai dengan anatomi pasien. Seperti implan tulang, model organ untuk perencanaan operasi, dan alat bantu medis custom.
- Fashion dan Jewelry dapat memanfaatkan 3D print untuk membuat aksesori unik, prototype perhiasan, dan alat-alat display.
- HRD Perusahaan seringkali membutuhkan aksesoris custom untuk mendukung program pengembangan SDM.
- Di kehidupanmu sehari-hari jasa cetak 3D print dapat memproduksi rak organizer alat tulis untuk meja kerja, vas bunga, grip sepeda, wadah bumbu, dan banyak barang lainnya.
Pada dasarnya semua barang bisa kami cetak 3D dengan sangat custom atau dipersonalisasi, sesuai dengan kebutuhanmu.
Hubungi Kami, Jasa Cetak 3D Terbaik
Sudah terbayang bagaimana teknologi cetak 3D dapat membantumu menyelesaikan berbagai tantangan sehari-hari? Jangan biarkan masalah terus mengganggu produktivitasmu. Hubungi kami di WA untuk melakukan konsultasi gratis!