PLA+ adalah jenis bahan yang paling umum digunakan untuk pencetakan 3D. Bahan ini merupakan versi updgrade dari bahan PLA yang sebelumnya kami ulas disini.
Meski sama-sama terbuat dari pati tumbuhan, PLA+ memiliki sejumlah perbedaan. Apa perbedaan keduanya? Simak ulasannya dibawah ini.
3 Peningkatan Sifat Mekanis PLA+
Jika kamu penasaran bahan PLA+ apakah kuat dan lebih tahan panas? Maka jawabannya betul. Selain itu, sifat mekanis bahan PLA+ meningkat di beberapa hal, yaitu:
1. Lebih kuat dan fleksibel
Bahan PLA+ memiliki kekuatan tarik 50-65 Mpa, lebih tinggi dibanding PLA. Bahan ini juga lebih resisten terhadap patah dan retak jika mengalami benturan.
Apakah PLA+ lebih kaku dari PLA? Tidak, meski lebih kuat dan tahan benturan bahan ini justru lebih fleksibel.
2. Lebih tahan panas
Jika PLA mulai melengkung pada suhu 60°C, bahan PLA+ dapat tahan hingga suhu 85°C. Apakah PLA+ menyerap kelembapan? Ya, bahan ini bersifat higroskopis atau menyerap uap air dari udara. Simpan di tempat kering untuk menjaga kualitas produk berbahan PLA+ agar tahan lama.
3. Tekstur lebih halus
Hasil akhir produk berbahan PLA+ lebih halus dibanding PLA, juga bahan PETG dan ABS. Meski harga cetak PLA+ per gram lebih mahal, namun sangat layak dengan kualitas hasil cetak yang kita dapatkan dari bahan ini.
Bahan Pembuat PLA+
PLA+ terbuat dari polimerisasi asam laktat yang terbentuk dari proses fermentasi pati jagung, tebu, atau singkong yang ditambah dengan zat aditif.
Zat aditif tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekuatan tarik, fleksibilitas, dan ketahanan panas.
Apakah PLA+ terurai secara hayati? Sama seperti proses pengurain bahan PLA yang kami jelaskan di artikel “Karakteristik Bahan PLA dan Contoh Produknya”, bahan PLA+ dapat terurai oleh alam.
Penambahan zat aditif tidak mengurangi kemampuan penguraian dari bahan ini, meski memperpanjang prosesnya. Sama seperti bahan PLA, proses penguraian akan terjadi cepat dalam lingkungan pengomposan industri. Di alam, prosesnya bisa lebih dari 1,5 tahun.
Aplikasi Bahan PLA+ Untuk Berbagai Produk
Bahan PLA+ dapat digunakan untuk mencetak berbagai jenis produk, termasuk alat makan dan minum. Kami menggunakan filamen eSUN yang telah mendapatkan sertifikat food grade oleh FDA.
Apakah PLA+ aman untuk makanan? Ya, bahan ini aman digunakan untuk makanan. Namun dibutuhkan proses pelapisan khusus untuk menutupi celah pori yang bisa menjadi sarang bakteri atau penyerapan bahan kimia.
Kami juga pernah mendapat pertanyaan mengenai berapa suhu transisi gelas PLA+? Suhunya sedikit lebih tinggi dari PLA, yaitu 60-65°C. Jadi gelas berbahan PLA memang tidak disarankan untuk suhu air panas.
Produk lain yang cocok dicetak dengan bahan PLA+ adalah mainan anak, model anatomi untuk kedokteran, dan barang-barang hobi yang memerlukan hasil akhir bertekstur halus.
Kamu bisa melihat layanan dan aneka produk hasil cetak 3D kami di link ini.
Atau sudah punya ide produk untuk dicetak? Hubungi kami melalui chat WA untuk konsultasi lebih lanjut😊